Sudah menjadi hal yang umum saat ini bahwa hampir semua orang dari berbagai kalangan usia, dari usia anak-anak hingga lanjut usia, memiliki akun di laman media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Whatsapp, dan beberapa yang lainnya. Bahkan dikabarkan semakin hari pengguna media sosial semakin meningkat, dan Indonesia termasuk negara dengan frekuensi pengguna media sosial tertinggi di Asia, bahkan ada yang menasbihkan Jakarta sebagai ibu kota media sosial dunia.
(http://www.merdeka.com/uang/di-5-media-sosial-ini-orang-indonesia-pengguna-terbesar-dunia.html)
Berbagai alasan atau tujuan melandasi seseorang memiliki akun dan aktif dalam suatu media sosial. Setiap orang tentu mempunyai hak pribadi dan pilihan masing-masing, termasuk orang yang berprofesi sebagai guru seperti saya. Awalnya memang tidak begitu tertarik dengan bermunculannya media sosial, tetapi saat akhirnya terpisah jauh dari tempat lahir, keluarga dan teman-teman, menjadi tertarik untuk membuka akun sebagai sarana komunikasi secara luas. Apalagi dipermudah dengan akses yang lebih praktis melalui telepon genggam, membuat media sosial menjadi media komunikasi pilihan.
Namun beberapa tahun terakhir, saya merasakan ada manfaat dan tujuan lain yang dapat diberikan melalui aktif dalam media sosial. Kalau awalnya cukup sebagai media komunikasi, belakangan saya banyak mendapat manfaat media sosial sebagai sarana berbagi dan belajar. Dari sekedar berbagi informasi dengan saling melanjutkan dari sumber informasi utama, berbagi inspirasi-inspirasi kecil dari pengalaman pribadi, hingga dapat mengikuti berbagai program diklat atau belajar daring/online. Apalagi saat ini segala informasi tentang guru dan kependidikan dari pusat disebarluaskan secara terbuka oleh pemerintah dan jajarannya. Jadilah menurut saya, media sosial merupakan salah satu kebutuhan bagi seorang guru.


Melalui media sosial, akhirnya saya dapat menambah angka kredit pengembangan diri dengan mengikuti diklat online yang diselenggarakan P4TK, bisa belajar tentang PTK dengan guru-guru penyaji seminar nasional, bisa belajar TOEFL online, dan berbagai kegiatan belajar online lain termasuk belajar membuat blog ini bersama Pak Agus Dwianto Sang Pengajar.
Jadi buat Anda yang seorang guru, yuk jangan ragu untuk memiliki akun dan aktif dalam media sosial. Karena banyak manfaat yang bisa kita dapatkan, yang membantu meningkatkan kompetensi diri, hingga karir profesi. Kalau dikatakan ada sisi negatifnya, tentu semua hal yang berbau kemajuan teknologi mempunyai dua sisi- positif dan negatif- tinggal bagaimana kita mengambilnya saja.

Mari...kita jadikan media sosial sebagai sarana berbagi dan belajar, karena guru adalah pembelajar sejati.

2 comments:

  1. Mari terus berkarya untuk bangsa....salam blogger...

    ReplyDelete
  2. Betul Pak Agus...sekecil apapun, berikan yang terbaik untuk anak bangsa.
    Terima kasih responnya...

    ReplyDelete

 
Diary Guru © 2016 | Contact Us +6281567814148 | Order Template di Sangpengajar
Top